Kereta Cepat Whoosh terus menarik perhatian masyarakat dari berbagai kalangan. Tidak hanya pekerja dan anak muda, banyak keluarga kini mulai mencoba pengalaman naik kereta cepat pertama di Indonesia tersebut. Bagi sebagian orang, perjalanan menggunakan Whoosh bukan sekadar soal mencapai tujuan lebih cepat, tetapi juga pengalaman baru yang belum pernah dirasakan sebelumnya.
Hal itu dirasakan oleh seorang ibu rumah tangga asal Bekasi, Sulastri, yang untuk pertama kalinya mencoba perjalanan Jakarta–Bandung menggunakan Whoosh bersama anaknya. Awalnya, ia mengaku hanya ikut karena sang anak penasaran ingin mencoba kereta cepat yang ramai dibicarakan di media sosial.
“Saya kira biasa saja seperti naik kereta pada umumnya, ternyata beda sekali,” ujarnya sambil tersenyum di Stasiun Padalarang.
Sulastri mengatakan dirinya sempat merasa gugup sebelum keberangkatan. Ia membayangkan kereta cepat akan terasa menegangkan karena melaju dengan kecepatan tinggi. Namun setelah masuk ke dalam kabin, kekhawatiran itu perlahan hilang.
Interior kereta yang modern dan suasana kabin yang tenang membuatnya merasa nyaman sejak awal perjalanan. Kursi yang lega dan pendingin ruangan yang sejuk menambah kesan positif selama berada di dalam kereta.
“Awalnya saya pikir bakal terasa goyang atau menakutkan, ternyata nyaman sekali,” katanya.
Saat kereta mulai bergerak meninggalkan Stasiun Halim, Sulastri terlihat beberapa kali memperhatikan layar informasi yang menunjukkan kecepatan perjalanan. Ia mengaku terkejut ketika mengetahui kereta melaju lebih dari 300 kilometer per jam.
Meski demikian, ia mengatakan kondisi di dalam kereta tetap terasa stabil. Bahkan menurutnya, perjalanan terasa begitu halus hingga sulit percaya bahwa kereta sedang melaju dengan kecepatan sangat tinggi.
“Kalau tidak lihat layarnya mungkin saya tidak sadar keretanya secepat itu,” ujarnya.
Perjalanan menuju Bandung pun terasa sangat singkat bagi dirinya. Sulastri mengaku biasanya membutuhkan waktu berjam-jam saat bepergian menggunakan mobil pribadi, terutama ketika akhir pekan atau musim liburan.
“Biasanya kalau lewat tol suka capek karena macet. Ini rasanya baru duduk sebentar sudah sampai,” katanya.
Pengalaman pertama tersebut membuat Sulastri mulai memahami mengapa banyak orang tertarik mencoba Whoosh. Selain cepat, perjalanan dinilai jauh lebih praktis dan tidak melelahkan.
Fenomena serupa juga dirasakan banyak penumpang lain yang baru pertama kali naik kereta cepat. Sebagian besar mengaku terkejut karena perjalanan yang selama ini identik dengan kemacetan panjang kini dapat dilakukan dengan lebih santai dan efisien.
Suasana di dalam kereta juga terlihat dipenuhi penumpang yang sibuk mengabadikan momen perjalanan. Ada yang memotret interior kabin, ada pula yang merekam layar kecepatan untuk dibagikan di media sosial.
Pengamat transportasi menilai antusiasme masyarakat terhadap Whoosh menunjukkan adanya ketertarikan besar terhadap transportasi modern di Indonesia. Kehadiran kereta cepat dianggap membawa pengalaman baru yang sebelumnya hanya bisa dinikmati di negara lain.
Selain kecepatan, faktor kenyamanan menjadi alasan utama mengapa banyak penumpang memberikan kesan positif setelah mencoba Whoosh. Dengan kondisi kabin yang tenang dan minim getaran, perjalanan terasa lebih nyaman dibanding menggunakan kendaraan pribadi di tengah kemacetan jalan tol.
Tidak hanya pekerja dan wisatawan, keluarga dengan anak-anak juga mulai menjadikan Whoosh sebagai pilihan perjalanan. Banyak orang tua merasa perjalanan menjadi lebih mudah karena anak-anak tidak cepat bosan selama di perjalanan.
Di sisi lain, popularitas Whoosh terus meningkat berkat media sosial. Cerita pengalaman pertama naik kereta cepat sering menjadi perhatian publik dan membuat lebih banyak masyarakat penasaran untuk mencoba sendiri.
Meski masih ada masyarakat yang mempertimbangkan harga tiket, banyak penumpang merasa pengalaman perjalanan yang diberikan Whoosh cukup sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.
Kini, perjalanan Jakarta–Bandung tidak lagi hanya soal berpindah dari satu kota ke kota lain. Bagi sebagian masyarakat, naik Whoosh menjadi pengalaman baru yang memberikan kesan berbeda dalam bepergian.
Bagi Sulastri, perjalanan pertamanya menggunakan kereta cepat menjadi pengalaman yang sulit dilupakan. Dari yang awalnya hanya ikut menemani anak karena penasaran, ia kini mengaku ingin kembali menggunakan Whoosh di perjalanan berikutnya.
“Sekarang saya jadi mengerti kenapa banyak orang suka naik Whoosh. Ternyata memang senyaman itu,” katanya.